Renungan : Hidup Ibarat Sebuah Toples Kosong, dengan Apa Kita Mengisinya?

Standar

12112228_10154312435748957_2730293106370058123_n

* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yang bening dan besar di atas meja.

* Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

* Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

* Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkannya ke dalam topless tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

* Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

* Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkannya ke dalam topless yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

* Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:

“Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya:

– Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal dan kesehatan.

– Kelereng adalah hal-hal yang penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

– Pasir adalah yang lain-lain dalam hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

– Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng dan bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal-hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

– Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dan seterusnya seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dari hal-hal yang besar dan penting hingga hal-hal yang kecil menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas dan bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas dan mana yang menjadi pelengkap.

Jika tidak, maka hidup bukan saja tidak lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

* Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yang mau bertanya?”

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti secangkir air kopi yang dituangkan tadi…..?”

* Sang guru besar menjawab sebagai penutup: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim sambil “minum kopi” ….. dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jangan lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ….. betapa indahnya hidup ini !

FAKTA TENTANG AYAH

Standar

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan” ^_~

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..

23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak”

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…

35. tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

42. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/2010/06/fakta-tentang-ayah.html#ixzz1j4bCYUkk

Expressing Love, Expressing Sadness, Expressing embarrassment

Standar

Expressing Love

  • I love you
  • I love you too
  • I like..
  • I enjoy..
  • I’m very keen on…

 Expressing Sadness

  • Oh, I just  don’t know what to do
  • Please leave me alone
  • Come on! It can not be as bad as all that..
  • I can see why you’re so sad…but…

Expressing embarrassment

  • How embarrassing !
  • It really makes me ashamed.
  • I was so embarassed.
  • tell me it did not happen.

Giving Direction

Standar

Here are the expressions of asking and giving direction, also some phrases to show direction…

  • How do I get to …?
  • What’s the best way to …?
  • Where is …?
  • Go straight on (until you come to …).
  • Turn back./Go back.
  • Turn left/right (into …-street).
  • Go along ….
  • Cross …
  • Take the first/second road on the left/right
  • It’s on the left/right.. / (to) (on) the right/left of
  • To be (is) located/situated

 

  • straight on
  • opposite
  • near
  • next to
  • between
  • at the end (of)
  • on/at the corner (of)
  • across from
  • behind
  • in front of, in back of, in the middle of
  • (just) around the corner
  • traffic lights
  • crossroads, junction
  • signpost

 

North – Northeast – East – Southeast – South – Southwest – West – Northwest

Read the rest of this entry

Materi English Club 1

Standar

UNIT 1

NUMBERS

Tujuan pembelajaran

Pada akhir unit ini kalian diharapkan mampu :

  1. melafalkan kata-kata  dalam bacaan terkait dengan numbers.
  2. mengidentifikasi makna kata-kata yang berhubungan dengan numbers.
  1. mengidentifikasi berbagai informasi yang terdapat dalam teks yang berhubungan dengan numbers.
  2. menggunakan pola kalimat positive  dalam simple present tense.
  3. menggunakan pola kalimat negative dalam simple present tense
  4. menggunakan pola kalimat interogative dalam simple present tense
  1. A.  LET’S LISTEN

Task 1

      Listen and repeat.

one            [wÃn]           eleven       [IÈlevn]

two            [tuù]     twelve    [twelv]

three   [Triù]    thirteen [T«ùÈtiùn]

four           [fù]     fourteen  [fùÈtiùn]

five            [faIv]    fifteen      [fIfÈtiùn]

six              [sIks]    sixteen   [sIksÈtiùn]

seven         [Èsev«n]  seventeen [sev«nÈtiùn]

eight          [eIt]     eighteen  [eIÈtiùn]

nine [naIn]    nineteen  [naInÈtiùn]

ten             [ten]     twenty [twentI]

Task 2

      Listen to your teacher. Then, circle five numbers you hear.

  1. a.      b. 2   c. 4   d. 5   e. 12   f.13  g. 17  h.20

 B. LET’S READ.

Task 3

Read the text, and then answer the questions.

 

What are they?

They can be positive or negative, odd or even. They can be whole or in parts. Without them you wouldn’t be able to tell the time. You wouldn’t even know how old you are. And how about this—without them you wouldn’t have any math homework! What are they? They’re numbers. And you use them every single day.

Read the rest of this entry

Jendela Rumah Sakit

Standar

images
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunua yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama saru jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
“Di luar jendela, tampak sebuah teman dengan kolam yang indah, itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemangdangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari, satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi,perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawar lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti semua kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan di dunia luat melalui jendela itu. betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.
“Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” Kata perawat itu.
Renungan :
Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk berpikir, dan bertindak.
Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam seetiap langkah manusia. Ucapan-ucapan yang bersemangat, tutur kata kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. menyampaikan keburukan sebanding dengan setengah kemuraman, namun. Menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SOBAT

SATU JAM SAJA

Standar

lou-sakit2.jpg

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota .
Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.

Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong.

Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh..

Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: “Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini.” Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.
Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suami nya, dan bila malam tidur di emperan toko itu.
Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu,orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya.

Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja. Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula.
Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. “Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita”. Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti… Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit.

Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota …
Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya ke sebuah rumah mewah dipusat kota . Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.
Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi.

Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya,dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat. Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.

Setahun setelah pernikahan mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam.

Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni.
Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, di mana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto.

Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang . Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya..
Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.
Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: “Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?”
Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kanto r kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil.
Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badansosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.

Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad.
Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.

Pagi, siang dan sore ia berdoa: “Tuhan, ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya: temukan saya dengan ibu saya”. Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka.
Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu.
Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik.
Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.

Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. “Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.”

Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikut nya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. “Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang”. Ia mulai berdoa “Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja”.
Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: “Tuhan beri saya sebulan saja”. Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya , dan ia mulai menangis: “Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan “. Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat.

Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan k anto ng-k anto ng plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak.
Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis- pengemis yang segera memenuhi tempat itu. “Belum bergerak dari tadi.” lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun.
Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. “Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu .”
Serrafona memandang tembok dihadapann ya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kaki nya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkan nya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.
“Tuhan, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya,beri kami sehari…… Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia….Jadi mama tidak menyia-nyia kan saya”. Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu ke dadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.

“Mama.. ..”, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam – antara waras dan tidak – dan tiap hari – antara sadar dan tidak – kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatann ya menarik lagi jiwanya yang akan lepas.
Perlahan ia membuka genggaman tangann ya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.
“Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu… Mama….”
Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: “Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan….. satu jam saja…. …satu jam saja…..”

Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia….

————————————————————————————————–
My Friends….mungkin saat ini kita sedang beruntung. Hidup ditengah kemewahan dan kondisi berkecukupan. Mungkin kita mendapatkannya dari hasil keringat sendiri tanpa bantuan orang tua kita. Namun yang perlu kita sadari, bahwa orang tua kita senantiasa berdoa untuk kita, meski itu hanya di peraduan..

55 Kenangan Tak Tergantikan Generasi 90an

Standar

1. Kalian baca tulisan ini dari Hape kan? Bukan dari Telepon Koin?

Hayooo ngacung siapa yang suka ngakalin koin nya pake lidi atau nyabut balik koinnya pake logam biar nelpon nya gak bayar?

Sumber gambar: http://tempo.co.id/hg/stokfoto/2004/12/14/stf,20041214-156,id.html

Sumber gambar: http://tempo.co.id/hg/stokfoto/2004/12/14/stf,20041214-156,id.html

Btw, seriusan deh, dulu itu kita bisa loh janjian pergi-pergi sama temen cuma dari telpon rumah. Beneran cuma sekali telp aja, dan itu juga pas di rumah. Sekarang mah tiap berapa meter laporan “Eh gw udah di sini, gw udah nyampe sini, dll”. Apalagi pas udah di tempat ketemuan, padahal mah udah di tempat yang sama, masihhh aja telponan sambil ngangkat tangan biar keliatan. Era 90an emang paling oke lah yah!

 

2. Minggu Pagi. Saatnya pergi dengan Pintu ke Mantan Saja! EH! Mana Saja!

2-doraemon-pintu-ke-mana-saja

3. Ahh, yang satu ini langsung aja puter Video nya! Langsung dari Planet Namec :p

4. Go..go..power rangers…

Yeahh! Mighty Morphin Power Rangers. Kalo kata si Alpha 5: Aye yai yai yai!

2-power-rangers-90an

5. Ivannn, main YUKKKK!

Pasti pernah kan? Pulang sekolah, pengen maen tamiya di rumah temen yang punya track nya. Nyampe depan rumah bukan ngasih salam malah tereak ngajak maen hahhaa.

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/0_yh4hJDui/?taken-by=generasi90an

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/0_yh4hJDui/?taken-by=generasi90an
Sumber Gambar: https://instagram.com/fahmistis/

Sumber Gambar: https://instagram.com/fahmistis/

 

6. Kalian tau kan Hubungan Kaset dan Pensil? Tau kan??

Kalo kalian pas baca ini gak ngerti apa hubungan kedua benda ini. Yaudah, kalian selesain aja ya baca nya. #KalianMahGituOrangnya

Sumber Gambar: http://wakdhiesignshome.blogspot.com/2013/03/generasi-90an_20.html

Sumber Gambar: http://wakdhiesignshome.blogspot.com/2013/03/generasi-90an_20.html

 

7. Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!

Sumber gambar: http://www.viz.com/sailor-moon

Sumber gambar: http://www.viz.com/sailor-moon

 

8. Hi! Asl pls..

Masih inget kan sama nada nya pas lagi connecting Telkomnet Instan? Suara kresek kresek gitu berjuang nyari sinyal. Nomor nya juga pasti apal banget kan? Kosong Delapan Kosong Sembilan Delapan Sembilan Empat Kali? Haha Pas udah connect, cuma dipake buat chat sama Co_Keren_18 atau Ce_Maniez_17 di Mirc hahaha.

8-telkomnet-instan-mirc

 

 

9. Ih, gambar di TV nya bisa keluar!

9-kacamata-3d-wings-sctv

 

 

10. Siapa Bilang anak Betawi Pada Buaye?

Iye, katenyeeee!

10-Si Doel Anak Sekolahan

 

 

11. Susan, susan, susan. Kalo udah gede, mau jadi apa?

11-Susan-Kalo-Udah-Gede-Mau-Jadi-Dokter

 

12. B O B O Bobo!

Hayo masih inget gak sama si Nirmala, Bona gajah kecil berbelalai panjang dan Rong Rong? Kalo buat para generasi 90an sih, mereka jadi teman bermain dan belajar kita. Ya gak?

Sumber Gambar: vemale.com

Sumber Gambar: vemale.com

 

13. Mau makan Chiki, apa main Tazos? Apa makanin Chiki yang nempel di Tazos? HAHAHA

Mana yang lebih diinget? Rasa chiki nya apa Chiki rasa Tazos?

Sumber Gambar: http://kask.us/g4jTI

Sumber Gambar: http://kask.us/g4jTI

 

14. Aduh! Lupa ngasih makan Tamagotchi!

Sumber Gambar: http://fb.com/JukiHoki

Sumber Gambar: http://fb.com/JukiHoki

 

15. Asinnn Asinnnn!

Wah, ini permainan favorit saya ini mah kalo malem mingguan abis isya. Main malem malem di lapangan bulutangkis hahaha.

Sumber Gambar: http://www.harnas.co/2015/04/21/formi-dituntut-hidupkan-galasin

Sumber Gambar: http://www.harnas.co/2015/04/21/formi-dituntut-hidupkan-galasin

 

16. Hahh hahh *tiup tiup moncong nya*

Iya banget ini kalo lagi jam istirahat, atau kalo lagi pergi sama keluarga ke Taman Topi di Bogor atau Monas.

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/2C09SHJDgO/?taken-by=generasi90an

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/2C09SHJDgO/?taken-by=generasi90an

 

17. Apalah artinya sore hari tanpa Roller Blade keliling komplek

Sumber gambar: http://xykids.kidnesia.com/XYKids/Tips-Trik/Yuk-Main-Inline-Skate

Sumber gambar: http://xykids.kidnesia.com/XYKids/Tips-Trik/Yuk-Main-Inline-Skate

 

18. Yahhhh Koinnya abis :(

Tantangan terberat bocah cowok generasi 90an nih, nyisihin duit jajan ampe gak makan cuma buat maen dingdong abis pulang sekolah hahaha.

18-ding-dong

Sumber gambar: http://kaskushootthreads.blogspot.com/2014/06/tempat-tempat-populer-main-dingdong.html

 

19. Mie Anak Mas

Udah deh, yang ini jelas tak tergantikan. JUARA!

19-anak-mas

 

 

20. Wikipedianya Generasi 90an

Dari sini nih, ngapalin nama-nama ibukota negara. Kalah lah wikipedia mah!

20-rpul-rpal-90an

 

 

21. Ahhh, ini!

Cukuplah diwakilkan oleh kata-kata dari generasi90an: Kebahagian itu sederhana.

 

21-Mainan-Kertas

 

22. Udah ngaku aja kalo pernah main Balon Tiup ini

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/xJxu3cpDig/?taken-by=generasi90an

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/xJxu3cpDig/?taken-by=generasi90an

 

23. Congklak

Ini sih mau cowok mau cewek, pasti pernah lah yaaa. Masa kecil kita kan bahagia.

23-congklak

 

 

24. Gameboy Tetris

Tet tet terot tet tet. Ini sih enak banget maenannya sambil nyenderan siang-siang pulang dari sekolah.

24-gameboy-tetris

 

 

25. Ayo Sekolah!

29-peralatan-sekolah-90an

 

26. Dan bahkan kita udah Belajar FISIKA sejak jaman SD tahun 90an……

26-rautan-ditiup

 

 

27. Ini biasanya hunting Biji Karet ginian nih minggu pagi di hutan UI hahaha

27-karet

 

28. Biasanya sih nyebutnya Peletokan. Kalo kamu?

28-peletokan

 

29. Dipetik. Dihisap. Dicelupin. #eh

29-isap-bunga

 

30. Bakal punya anak 2. Iya, kata si tukang ramal hahhaha

30-ramalan-tangan

 

31. Gunung Dua, Maatahari, Sawah, 1 Rumah , Jalan Miring arah ke Gunung, Burung Terbang.

Ini kita gak pernah janjian, tapi yakinlah se-INDONESIA gambarnya begini semua

31-gunung-dua

 

32. Tas President

32-tas-president

 

33. Magasaga Kegecigil Kigitaga

33-bahasa-agagigi

 

34. Udah ditiup belum?

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/2Xz75pJDoo/?taken-by=generasi90an

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/2Xz75pJDoo/?taken-by=generasi90an

 

35. Mie Goreng Fuji

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/2SdHRrpDj7/?taken-by=generasi90an

Sumber Gambar: https://instagram.com/p/2SdHRrpDj7/?taken-by=generasi90an

 

36. Yeahhhh! #BukanAnakMotor

Sumber Gambar: https://instagram.com/jimychandraa/

Sumber Gambar: https://instagram.com/jimychandraa/

 

37. Mobil Timor S515i

37-mobil-timor

38. Bego Lu, ini Gimbot Tau. Bukan Game Boy!

38-game-boy-bego-lu

 

39. Ada tuh Budi nya, lagi main di belakang.

39-uang-500-an-budi-ada-di-belakang

 

40. Dear Dairy…

Hari ini aku ketemu sama dia di perpustakan sekolah. Sempet tatap-tatapan mata, tapi akhirnya aku langsung keluar dari perpustakan. Aku gak sanggup ngeliatnya… dia udah sama yang lain :(

40-buku-diary-90-an

Sumber Gambar: http://azhiizaa.blogspot.com/2013/07/buku-harian-ketawa.html

 

41. Segitiga apa Apolo nih?

41-main-gundu-segitiga-apolo

 

42. Serius belum ada yang dapet huruf N sampe sekarang?

Sumber Gambar: sayangi.com

Sumber Gambar: sayangi.com

43. Cokelat Choyo-choyo

43-cokelat-choyo-choyo

 

44. Cokelat Payung

Enggak hujan sih, tapi rela bagi-bagi?

44-cokelat-payung

 

45. Permen Rokok

Dulu mah jama kecil kita rokok nya mainan, sekarang mah beneran :(

45-permen-rokok

 

46. Kaset Senam Kesegaran Jasmani

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

Dua, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

46-kaset-senam-kesegaran-jasmani

 

47. Dorrr dorrr!

47-mainan-pistol

 

48. Kapal Air Mainan

48-kapal-mainan

 

 

49. Snack Jadul Kenji

49-snack-jadul-kenji

 

 

50. Petak Umpet

Sumber Gambar: http://www.vemale.com/ragam/50181-kembali-ke-era-90-an-dengan-mesin-waktu.html

Sumber Gambar: http://www.vemale.com/ragam/50181-kembali-ke-era-90-an-dengan-mesin-waktu.html

 

51. Dunia Dalam Berita

Eh, udah ada dunia dalam berita, waktunya tidur.

Sumber Gambar: http://abangnatapura.blogspot.com/2013/08/hal-menyebalkan-untuk-anak-anak-yang.html

Sumber Gambar: http://abangnatapura.blogspot.com/2013/08/hal-menyebalkan-untuk-anak-anak-yang.html

 

52. Sarapan?

Sumber Gambar: https://twitter.com/generasi90an/status/504074761006096384

Sumber Gambar: https://twitter.com/generasi90an/status/504074761006096384

 

53. Iya, apa Iya?

53-pensil-karet

 

 

54. Hayo, ini Angsa apa Soang?

54-dikejar-soang

 

 

55. Nah ini! Vampirrrrrr

Sumber Gambar: https://arifdwijanarko.wordpress.com/2013/03/08/resensi-buku-generasi-90an-mesin-waktu-yang-penuh-ilustrasi/

Sumber Gambar: https://arifdwijanarko.wordpress.com/2013/03/08/resensi-buku-generasi-90an-mesin-waktu-yang-penuh-ilustrasi/

 

Serius masih ada yang belum masuk di list ini? Sok atuh berhubung sekarang jaman nya udah digital, di info lewat komentar, atau kalau rindu sama sepucuk surat, bisa juga koq, nanti tinggal panggil Pak Pos aja minta kirim. Jangan lupa pake perangko 500 ya!

Updateeeeeeeeeee!

Yuklah kita liat, bakal nyampe angka berapa nih kenangan generasi 90an nya.

56. Uhyeah! Maenan generasi 90an.

Kenangan 90an dari https://www.facebook.com/asmuni.cunekk

Kenangan 90an dari https://www.facebook.com/asmuni.cunekk

 

57. Tepok Gambar

Hahhhaa

Kenangan 90an dari https://www.facebook.com/embek.sableng

Silaturahim

Standar

~Hikmah Silaturrahim~

Beberapa hikmah dianjurkannya bersilaturrahim antara lain sbb:

1.Sebagai perwujudan bahwa seseorang itu beriman kepada Allah,sesuai dengan sabda Rasulullah, yang artinya,“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah melakukan silaturrahim.”

2.Untuk melapangkan rizki dan memanjangkan umur,sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Bukhari Muslim sebagai berikut :
“Barangsiapa menghendaki dilapangkan rizki dan dipanjangkan umur hendaklah bersilaturrahim.”

3.Dapat menghindarkan diri dari sulitnya masuk syurga.
“Tidak masuk syurga orang yang memutuskan yaitu memutuskan silaturrahim.” (HR.Muslim)

4.Sebagai sarana menciptakan perdamaian dan kerukunan,karena sesama muslim tidak boleh berseteru melebihi tiga hari tiga malam.Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim,yang artinya :
“Tidak halal bagi seseorang muslim tidak berdamai dengan saudaranya melebihi tiga malam.”

5. Sebagai sarana untuk menghapus dosa sesama manusia.”Tidaklah bagi dua orang yang saling bertemu kemudian saling bersalaman (meminta maaf) kecuali mereka langsung diampuni sebelum mereka berpisah.”(HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)indahnya-silaturahim1

9 Resep Menjadi Kaya Raya

Standar

9 Resep Menjadi Kaya Raya

Kekayaan terkadang menjadi tolak ukur sebagian orang untuk menentukan apakah seseorang itu sukses atau tidak dalam menjalani hidupnya.

Namun di balik semua itu terkadang orang kaya dipandang justru negatif oleh orang-orang di sekitarnya terutama masyarakat miskin. Bahkan ada yang berpandangan, seseorang menjadi kaya dari hasil penindasan terhadap kaum miskin atau warisan dari keluarganya.

Padahal banyak orang kaya yang harus bekerja keras untuk mencapai kesuksesan. Hal itu terkadang tidak dilakukan oleh para penghujat tersebut. Tak hanya kerja keras, masih ada sejumlah rahasia yang membuat mereka ada di posisinya sekarang.

Jangan hanya merasa iri, Anda juga berpeluang menjadi orang kaya jika mengikuti cara mereka dalam menjalani hidup. Berikut 9 rahasia sukses orang kaya dalam mengumpulkan pundi-pundi uang seperti dikutip dari dari Lifehack, Sabtu (17/5/2014):

1. Bergaul dengan orang-orang berpikiran positif

Dengan bergaul disekitar orang-orang yang selalu berpikiran positif maka itu akan membawa seseorang untuk tidak membuang waktu untuk mengerjakan dan berpikir hal yang negatif. Hal menarik yang perlu dicatat adalah 67% dari orang kaya menonton TV kurang dari satu jam setiap hari dan hanya 6% menonton program reality show.

2. Berhemat dan menabung

Demi meraih kesuksesan secara finansial harus diawali dengan perjuangan yang diantaranya menyisihkan pendapatan, mengendarai mobil bekas, dan tidak membeli rumah yang terlalu mahal. Hal itu kemudian sebagian uangnya disisihkan untuk menabung atau investasi.

Kesuksesan seseorang dapat tercapai jika rajin menabung. Apabila saat itu memiliki utang yang harus dilunasi, maka jangan pernah menunda untuk segera melunasinya.

3. Tak banyak mengeluh

Jika terjadi sesuatu masalah, lebih baik berpikir bagaimana menyelesaikannya, bukan malah sibuk mengeluh. Belajarlah dari masalah tersebut dan mencari cara bagaimana masalah tersebut justru akan menjadikan keuntungan bagi Anda.

4. Jangan menyalahkan orang lain

Seseorang menjadi sukses adalah bagian dari tanggung jawab pribadi. Apapun yang terjadi dengang lingkungan ataupun pemerintahan, masa depan seesorang adalah bersifat individu.

5. Fokus pada tujuan jangka panjang

Jangan pernah sekedar bekerja untuk menghasilkan uang dan kemudian menghabiskannya. Lebih baik susunlah rencana keuangan yang bersifat jangka panjang dan berpegang teguh pada tujuan tersebut karena itu akan membawa kesuksesan Anda di masa yang akan datang.

6. Jangan pernah sombong

Janganlah pernah merasa bahwa anda adalah sosok seseorang yang tahu akan segalanya. Kebanyak orang sukses selalu lebih memilih untuk terus belajar.

Dari hasil catatan sebanyak 86% dari orang kaya suka membaca dan percaya pada pendidikan dalam hidupnya. Sementara 88% dari mereka membaca materi pendidikan atau yang berhubungan dengan pekerjaan setidaknya 30 menit setiap hari. Lalu 63% orang sukses selalu memilih mendengarkan buku audio sat mereka pulang dan pergi dari tempat kerjanya.

7. Ciptakan Inovasi

Mereka yang sukses dalam hal finansial selalu mencoba untuk berinovasi untuk tidak selalu mengkonsumsi apa yang sudah dihasilkan orang lain. Hal ini nantinya akan menjadikan diri anda mandiri.

8. Berdedikasi tinggi dalam bekerja

Mereka yang sukses selalu mencari cara untuk tidak hanya bekerja sesuai standar yang sudah ditentukan perusahaan. Mereka selalu memiliki cara lain untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berkualitas tidak hanya duduk di meja kantor, bekerja, dan pulang sesuai jam kerja.

9. Tidak berorientasi pada uang

Dalam menjalankan sesuatu, jangan hanya terpaku terhadap uang dan berapa uang yang akan didapatkan. Kesuksesan finansial juga diukur dari bagaimana kita melayani klien dan membuat klien senyaman mungkin dengan Anda. Siapa tahu dari rasa nyaman itu, peluang bisnis justru akan terbuka lebar. (Yas/Ndw)

(Nurseffi Dwi Wahyuni) ;

Puisi Jenderal Douglas Mac Arthur : Doa Seorang Ayah

Standar

Doa untuk Putraku

Tuhanku…

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. 
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya 
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa 
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…

Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. 
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, 
sanggup memimpin dirinya sendiri, 
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra 
yang mengerti makna tawa ceria 
tanpa melupakan makna tangis duka.

Putera yang berhasrat 
Untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup Kejenakaan 
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…

Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, 
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”