Anak Kecil , Ayah , kakek dan Keranjangnya

Standar

jurang-300x181

Ada sebuah Cerita Rakyat klasik dari tiongkok dimana ada seorang anak kecil hidup bersama kedua orangtuanya yang sangat memanjakannya. Tetapi orangtua nya memiliki perilaku yang tidak baik dan tidak punya sopan santun terhadap kakeknya yang sudah tua.

Walaupun anak itu masih kecil, anak kecil itu sudah mampu dan tau bagaimana seharusnya menghormati orang tuanya.
ia sebenarnya tidak terlalu suka melihat orangtuanya berlaku kurang sopan santun terhadap kakeknya.
Karena itu, terkadang ia menasihati orang tuanya agar mengubah sikap mereka yang kurang baik dan kurang sopan terhadap orangtuanya sendiri.

Suatu hari, ayah dan ibu dari anak kecil tersebut berniat menbuang kakek yang sudah sakit-sakitan itu di atas gunung.
Dalam pikiran mereka, biar tidak merepotkan,ayah mereka lebih baik diasingkan keatas gunung.
Dengan demikian, orang yang sudah tua itu pelan-pelan akan menghadapi hari-hari terakhir hidupnya.

Ayah nya lalu membawa sebuah keranjang pikul yang besar.
kemudian Kakek yang sudah tua itu pun dimasukkan dalam keranjang lalu dipikul menuju puncak gunung.

anak kecil tersebut pun tidak terima melihat kakeknya di buang.
ia lalu berlutut didepan ayahnya dan memohon agar jangan membuang kakeknya.

” kakek bisa mati dimakan binatang buas. Lagipula kakek bisa mati pelan-pelan karena sedih hatinya di buang oleh anaknya sendiri! ”

Ayah dan ibunya pun menjawab, ” kakekmu ini sudah tua, sudah pikun dan lebih banyak merepotkan dari pada membantu.
orang kalau sudah setua ini akan tampak seperti dia, sudah tidak berguna dan bahkan sering menbuat kita susah.
karena itu, kamu berdiri, tidak perlu memohon seperti ini.
karena kalau kakekmu tidak dibuang, kita di rumah semua bisa pusing dan repot!”
setelah menjawab , ayahnya segera memikul kakeknya untuk pergi ke gunung dan anak kecil itu mengikutinya dari belakang.

setelah tiba di puncak gunung, kakeknya di keluarkan dari keranjang dan di dudukan di bawah pohon di pinggir jurang.
kakek tua itu menangis dan anak kecil itu pun menangis merenungkan nasib malang kakeknya.
dalam hati ia terus mencari akal bagaimana bisa membawa kakeknya pulang kembali ke rumah.

setelah itu ia mengambil keranjang dan segera pulang.
ayahnya berteriak kepadanya,” keranjang itu sudah tidak perlu lagi, tinggalkan saja disini. tidak usah repot membawanya pulang! ”

Sambil menangis dan tidak kalah keras suaranya, anak kecil itu menjawab, ” keranjang ini masih bisa di gunakan. saya tunggu sampai ayah dan ibu tua seperti kakek, saya akan pakai keranjang ini untuk memikul dan membuang kalian di pinggir jurang di atas gunung ! ”

Ayahnya terkejut dengan jawabannya. setelah berpikir sejenak, ayahnya memasukan kembali kakek kedalam keranjang dan membawanya pulang kerumah.
Sejak saat itu ayah dan ibunya tidak pernah lagi berbuat kurang sopan terhadap kakeknya,
mereka bahkan menunjukan hormat dan kasih kepada kakeknya.

Inti cerita :

Tetaplah hormat dan sopan terhadapa orangtua sampai akhir hayat mereka.
jangan menbiarkan orangtua, bahkan jika sudah merepotkan sekalipun,
sengsara pada masa tua mereka karena merekalah yang melahirkan dan membesarkan kita.
sikap kita yang kurang memerhatikan orang tua atau bahkan mengabaikan orangtua sendiri akan ditiru oleh keturunan kita.
dan mereka bisa bersikap seperti kita bersikap terhadap orangtua kita sendiri.

Posted in Inspirasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s